Itil ustadzah minta di sedot

ibu saya lihat memejamkan matanya seperti sgilag menikmati gesekan-gesekan kontolku yang keluar masuk lubang kemaluannya. Selang beberapa lama, aku merasakan kalau air maniku telah mau keluar, tapi kucoba membatalkannya selama mungkin. ”Belum sampai ibu menyelesaikan kata-katanya, aku berteriak agak keras, “ibui.. ahh..,” sambil kubenamkan semua kontol kemaluanku kuat-kuat ke dalam memek ibu. Setelah nafasku sedikit teratur, kucabut kontol kemaluanku dheri dalam saring senggama ibu. Aku terus bangun dan mandi bersama ibu di kamar mandi ibu. Tanpa menunggu kata-kata ibu lainnya, lalu kumulai memaju-mundurkan slow-slow kontol kontolku ke dalam memek ibu. ”Mungkin karena melihatku mulai berbirahi lagi, ibu langsung mulai menggerakkan pinggulnya lagi yang makin lama makin cepat. ”Dengan nafas tersengal-sengal, kutelungkupkan badanku yang lemas itu di atas badan ibu, dan ibu juga dengan nafasnya yang terengah-engah, tergeletak seperti tidak bertenaga dengan kedua tangannya terkapar di samping badannya. ”Dan setelah hentikan sejenak, sambil mencium pipiku, ibu berkata lagi, “Waan.., ini cuma kita berdua ya yang tahu, Papamu atau adikmu jangan sampai tahu ya Wan.”Supaya hati ibu tenang, lalu kujawab, “Maam, Iwan akan jaga itu.., terima kasiih ya Maam,” sambil kucium pipi ibu. Melihat ibu terdiam dengan nafasnya yang terengah-engah itu, aku merasa kasihan dan segera kuhentikan gerakan kontolku naik-turun, tapi dengan posisi kontol kemaluanku masih terbenam semua di dalam saring senggama ibu. ibu membuka matanya dan segera mencium bibirku sambil berkata lirih.., “Iwaan, terima kasiih yaaa.. aacrhhh..” dan terus terdiam dengan matanya tertutup dan nafasnya memburu terengah-engah. bisa muasin ibu.”Kembali bibirku diciumnya, dan segera kujawab.., “Maaam.., Iwan nggak tahu..

” tanyaku, dan kulanjutkan pertanyaanku karena masih ragu, “Nggak..apa-paa. ” perintah ibu dan kuikuti permintaan itu dengan menekan pantatku slow-slow. Terpaksa kuhentikan tekanan kontolku, tapi kurasa kontolku telah masuk semuanya ke dalam saring senggama ibu sambil menunggu reaksi ibu. deh Waaan,” jawab ibu pendek sambil membuka kedua kakinya lebar-lebar. Tanpa disuruh, aku langsung naik di atas badan ibu dan setelah itu kudengar ibu seperti berbisik di telngaku.“Iwaan, masukiiin.. Karena memek ibu masih tetap basah dan apalagi baru kujilat dan kuhjilat-hjilat, membikin kemaluan ibu makin basah, sehingga sodokan kontolku dapat dengan mudah memasuki lubang kemaluan ibu. Lalu kutusukkan slow-slow, sgilagkan ibu dengan menutup matanya seperti pasrah saja dengan apa yang kuperbuat. Karena ibu masih diam saja, dan tetap masih menutup kedua matanya, lalu kutanyakan sambil berbisik di dekat telinganya.“Maaam.., bagaimana Maam, enaaaak apa nggak mempunyai Iwaan..? Lalu kuayun kontolku perlahan-lahan keluar masuk kemaluan ibu. Tidak lama kemususan, terasa kontol kemaluanku seperti disedot-sedot dan dipijat-pijat, mulai dheri lemah, makin kuat dan kuat, sehingga secara tidak sadar aku berbisik agak keras.“Maam.., enaak..

Search for itil ustadzah minta di sedot:

itil ustadzah minta di sedot-2itil ustadzah minta di sedot-7

Saayaang, ibu menikmatinya Wan, Setelah ibu selesai menjawab pertanyaanku, kurasakan ibu mulai mengerakkan dan memutar pantatnya perlahan-lahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “itil ustadzah minta di sedot”